-->

Notification

×


 


 


 

‎Perjalanan Bandung–Kuningan Lancar, Jalur Cadas Pangeran Sepi Bahkan Pasca berlebaran

Jumat, 27 Maret 2026 | Maret 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-27T01:48:20Z

 

Caption,arus lalulintas cadas pangeran sangat lancar

Radarinvestigasi.com.

 26,Maret,2026,Arus lalu lintas dari Bandung menuju Kuningan pada dan beberapa hari setelah Hari Raya IdulFitri berjalan cukup lancar, bahkan di jalur Cadas Pangeran, Sumedang, situasi terasa sangat lengang. 

‎ Padahal, sepanjang tahun jalur ini dikenal sebagai salah satu jalur alternatif yang biasa dipadati kendaraan pemudik menuju Pantura dan Jawa Tengah. 

‎Jalur Cadas Pangeran sepi kendaraan Pantauan di hari pertama Lebaran hingga H+2 dan H+3 menunjukkan kendaraan yang melintas di Cadas Pangeran jauh berkurang dibanding tahun‑tahun sebelumnya. 

‎Beberapa pemantauan arus lalu lintas menyebutkan bahwa kendaraan yang melintas terhitung jari dalam satu menit, sehingga jalan yang dulu macet terasa sangat sepi. 

‎ Hal ini kontras dengan kondisi normal Lebaran di masa lalu, ketika kendaraan memadati jalur berkelok ini hingga menyebabkan antrean panjang. 

‎Dampak tol terhadap pemudik Pengalaman perjalanan dari Bandung ke Kuningan yang lancar ini diduga kuat dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan jalan tol, khususnya Tol Cipali dan Tol Cisumdawu, yang menjadi alternatif lebih cepat dan lebih nyaman bagi pemudik. 

‎ Banyak pengendara kini memilih keluar tol di sekitar Cirebon atau Purwakarta–Cirebon, lalu mengambil jalan tol menuju Majalengka atau ke arah Kuningan, sehingga jalur nasional lama seperti Cadas Pangeran tidak lagi menjadi pilihan utama. 

‎Dampak ekonomi bagi pedagang sekitar Akibat sepi kendaraan, pedagang di sepanjang Cadas Pangeran merasakan penurunan drastis pengunjung maupun pembeli. 

‎Pedagang oleh‑oleh seperti ubi cilembu dan peuyeum di pinggir Cadas Pangeran mengaku omzet mereka turun hingga sekitar 70 persen sejak tol Cisumdawu beroperasi, dan kondisi ini semakin nyata terasa saat bahkan pada musim mudik mereka tetap sepi. 

‎Sebagian pengusaha kuliner kecil dan penjual cemilan di pinggir jalan mengeluhkan bahwa hari‑hari yang dulunya ramai kini hanya cukup menutup biaya modal saja. 

‎( asber )

×
Berita Terbaru Update