Notification

×


 


 


 

Dinilai Sukses Kelola ZIS, BAZNAS Ciamis Dijadikan Rujukan Studi Tiru BAZNAS Lampung Tengah

Sabtu, 20 Juni 2026 | Juni 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-20T12:15:24Z


Ciamis – RIN

Keberhasilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis dalam mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kembali diakui secara luas. Kali ini, BAZNAS Ciamis menjadi tujuan studi banding bagi BAZNAS Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, guna meneliti dan mencontoh keunggulan sistem pengelolaan yang diterapkan, khususnya program Infak Desa yang telah terbukti mampu menghimpun dana hingga miliaran rupiah.

 

Kunjungan kerja tersebut berlangsung di kantor BAZNAS Kabupaten Ciamis pada Rabu, 17 Juni 2026. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Lampung Tengah, Nurhayati, didampingi jajaran pengurus. Kedatangan mereka disambut secara resmi oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Lili Miftah, M.BA, beserta sejumlah pengurus dan staf.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif, KH. Lili Miftah memaparkan secara mendalam filosofi dasar serta teknis pelaksanaan program unggulan yang telah berjalan bertahun-tahun. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari payung hukum berupa Peraturan Daerah yang mendukung pengelolaan zakat, serta tata kelola yang mengutamakan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.

 

Prestasi BAZNAS Ciamis sebagai daerah rujukan bukanlah hal baru. Sebelumnya, lembaga ini telah menerima kunjungan belajar dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa, antara lain Padang, Jambi, Makassar, hingga Kalimantan Timur.

 

“Alhamdulillah, banyak daerah yang ingin belajar, khususnya terkait konsep Infak Desa. Jika di tempat lain penghimpunan lebih banyak bersumber dari ASN, di Ciamis konsepnya berbeda dan lebih luas cakupannya, sehingga memerlukan kajian mendalam agar bisa diterapkan di daerah lain,” ungkap KH. Lili Miftah, didampingi Sekretaris BAZNAS Ciamis, Kikin Mutaqqin.

 

Model pengelolaan inovatif yang dikembangkan BAZNAS Ciamis bahkan telah dibukukan oleh BAZNAS Republik Indonesia dalam buku berjudul “Kabupaten Zakat Ciamis untuk Indonesia: Hadirkan Solusi Atasi Kemiskinan Desa”. Buku ini menjadi panduan nasional karena dianggap berhasil menciptakan model penyaluran yang tepat sasaran, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, dan kemanusiaan.

 

Menurut KH. Lili, kekuatan utama program ini terletak pada sinergi kuat antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat gotong royong untuk pemerataan kesejahteraan. Sejak digagas pada tahun 2005, kinerja penghimpunan dana ZIS terus menanjak naik, bahkan dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan hingga lebih dari 100 persen.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Lampung Tengah, Nurhayati, mengaku sangat mengagumi keteraturan dan dampak nyata dari sistem yang diterapkan di Ciamis. Baginya, pendekatan berbasis desa sangat relevan untuk diterapkan di wilayahnya, mengingat potensi masyarakat pedesaan di Lampung Tengah masih sangat besar namun belum tergarap maksimal.

 

“Selama ini penghimpunan kami masih sangat bergantung pada kalangan ASN. Padahal kami memiliki lebih banyak desa dan kecamatan. Di Ciamis, justru sumbangan dari warga desa jauh lebih besar dibandingkan ASN. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk memperluas basis penghimpunan agar tidak hanya bertumpu pada satu sumber saja,” ujar Nurhayati.

 

Pertemuan tersebut juga membahas berbagai aspek teknis, mulai dari sistem pelaporan, pola kerja sama dengan perangkat desa, hingga strategi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat. Nurhayati berharap, ilmu dan pengalaman yang didapat dari Ciamis dapat segera diadopsi dan disesuaikan agar pengelolaan zakat di Lampung Tengah semakin berkembang dan bermanfaat luas bagi masyarakat.


Reporter : Ujang Aep Radar investigasi.com

×
Berita Terbaru Update