Notification

×


 


 


 

Pentingnya Menjaga Substansi Jurnalisme di Tengah Maraknya Konten AI dan Copas

Kamis, 25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-25T12:18:46Z


Penulis: Saeful jurnalis Radar Nusantara group 


Radar investigasi.com 

Era digital membawa kemudahan akses informasi, namun juga memunculkan tantangan baru bagi dunia jurnalisme. Kini banyak pihak mengaku sebagai wartawan dengan tampilan profesional, tetapi substansi karya tulisnya minim. Tulisan hanya hasil salin tempel dan olahan kecerdasan buatan tanpa proses verifikasi, konfirmasi narasumber, serta tanggung jawab redaksional.


Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas informasi publik. Ketika berita disajikan tanpa pengecekan fakta di lapangan, risiko disinformasi meningkat. Masyarakat yang membutuhkan rujukan akurat terkait kebijakan, kesehatan, dan peristiwa penting justru terjebak pada konten yang seragam dan dangkal.


Karena itu, insan pers dan perusahaan media perlu menegaskan kembali prinsip dasar jurnalisme, yaitu Akurasi dan verivikasi tetap menjadi syarat utama sebelum berita dipublikasikan. Kemudian Penggunaan AI,diperbolehkan sebagai alat bantu, namun harus disertai pengawasan editorial manusia dan transparansi kepada pembaca. Dan yang paling penting Originalitas karya harus dihargai sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik.


Publik juga berhak menuntut kredibilitas. Berita yang baik bukan hanya enak dibaca, tetapi dapat dipertanggungjawabkan sumber dan datanya.


AI adalah alat bantu, bukan pengganti nalar, etika, dan keberanian jurnalis. Tanpa substansi, sebutan "wartawan" akan kehilangan maknanya.


Reporter : Tim red  Radar investigasi.com 


×
Berita Terbaru Update