
Caption: poto bersama dosen dengan UMKM
Ciamis RIN-
Di era digital yang berkembang pesat saat ini, masyarakat UMKM harus beradaptasi dan berinovasi untuk mengembangkan dan memperluas pasar, termasuk UMKM Combring di dusun Cilulumpang kecamatan Ciamis. Penjualan titip warung membuat kontrol terhadap harga, promosi dan ketersediaan produk menjadi terbatas, sehingga omzet bisa tidak stabil. Risiko kerusakan produk juga meningkat selama transportasi, terutama jika comring tidak dikemas dengan optimal, yang dapat menurunkan kualitas dan daya tarik bagi konsumen. Metode ini juga membebani pelaku UMKM dengan waktu dan biaya transportasi yang relatif tinggi dibandingkan potensi penjualan yang didapat.
Untuk mengantisipasi penurunan omzet yang disebabkan oleh kualitas Produk yang variatif dikarenakan menggunakan penggorengan manual menghasilkan kadar minyak berlebih sehingga memengaruhi renyah, daya simpan, dan daya tarik konsumen hal ini disebabkan kurangnya penerapan teknologi, belum ada penerapan alat peniris minyak atau teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan efisiensi dan mutu produk. Metode Pemasaran Konvensional, produk dijual melalui warung, pasar tradisional, dan titip jual. Minimnya Pemanfaatan Platform Digital ini dibuktikan dengan UMKM hanya menggunakan WhatsApp pribadi tanpa strategi konten atau media sosial professional hal ini menyebabkan Keterbatasan Jangkauan Pasar, Distribusi produk ke luar daerah masih terbatas karena transportasi dan strategi pemasaran digital yang belum optimal. Keterbasan pemasaran digital disebabkan adanya keterbatasan keterampilan pembuatan Takarir (caption) pada media sosial juga belum belum persuasif dan kurang menarik audiens.
Penggunaan alat peniris minyak sebagai teknologi tepat guna dapat menurunkan kadar minyak berlebih dan meningkatkan mutu produk, sehingga berdampak langsung pada kepuasan konsumen dan daya simpan comring.
Pengembangan strategi pemasaran digital menjadi prioritas untuk memperluas jangkauan pasar, terutama melalui platform TikTok, yang terbukti efektif menarik perhatian konsumen muda dan meningkatkan penjualan.
Oleh karena itu, Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Dosen Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas galuh, bekerja sama dengan Dosen dari Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Galuh. Siti Andini, S.Pd., M.Pd, Rina Agustini, S.Pd., M.Pd, Heryanto Gunawan, S.Pd., M.Pd, Ujang Hasan Mustopa, S.Pd., M.Pd, dan Ir. Irna Sari Maulani, S.Si.,M.T. memang perlu mengadakan pelatihan yang merupakan kegiatan Pengabdaian kepada Masyarakat Hibah Internal LPPM Universitas Galuh. “Kegiatan Pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas combring dan meningkatkan omzet UMKM, menciptakan peluang kerja bagi warga sekitar, dan meningkatkan pendapatan keluarga pelaku usaha. Selain itu, terdapat penguatan pemasaran digital melalui TikTok memperluas jangkauan pasar, termasuk ke luar daerah, sehingga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Program ini turut melestarikan kuliner tradisional khas Ciamis, menjadikan comring sebagai identitas lokal yang memiliki nilai ekonomi dan budaya. Pelibatan masyarakat dalam pengolahan dan promosi produk tradisional menguatkan kebanggaan dan kearifan lokal”. Ujar Siti Andini, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Tim Pengabdian.
Sejak awal, pelatihan mendapatkan respon sangat baik dari seluruh peserta, mulai dari observasi, sosialisasi, pelaksanaan pelatihan, pretest dan psotes. Selama pelatihan berlangsung seluruh peserta sangat antusias dalam menyimak penjelasan yang di paparkan oleh Tim pengabdi.
Peserta juga aktif dalam berdiskusi, membuat takarir, dan membuat video promosi menggunakan platform Tiktok. “Kami sangat berterima kasih telah dijadikan mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Galuh, sebagai peserta pelatihan. Kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai takarir, membuat video promosi dan cara menggunakan mesin peniris minyak yang nanti akan menunjang kualias produk combring sehingga meningkatkan daya jual di pasar” Tutur Rahmat Taufik, salah satu peserta pelatihan.
(Ujang Aep)


