https://youradexchange.com/video/select.php?r=10565086 Bantahan Dapur Miftahul Falah Rajadesa: Postingan Viral TikTok tentang Menu Tidak Sesuai, dan itu Merupakan Fitnah - Radar Moralitas

Bantahan Dapur Miftahul Falah Rajadesa: Postingan Viral TikTok tentang Menu Tidak Sesuai, dan itu Merupakan Fitnah

SPPG Miftahul Falah 

Ciamis RM-

28 Januari 2026 - Dapur Miftahul Falah yang berlokasi di Desa Sirnajaya,Kecamatan Rajadesa,Kabupaten Ciamis,telah menyampaikan bantahan terkait postingan viral di TikTok yang menyatakan bahwa menu yang disajikannya tidak sesuai dengan yang diposting oleh akun TikTok Wawan Ceweng. Pihak dapur menegaskan bahwa konten yang beredar merupakan fitnah dan tidak sesuai dengan kenyataan.

 

Asep Beben, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Miftahul Falah, menambahkan dalam bantahannya bahwa menu yang disajikan sesuai standar gizi, dan tidak seperti yang ditampilkan dalam postingan di akun TikTok Wawan Ceweng.

 


Menurut keterangan dari pihak pengelola dapur, menu yang menjadi perbincangan sebenarnya telah mengalami perubahan penyajian, yaitu dipindahkan dari wadah ompreng ke wadah plastik atau misting, dan yang ditampilkan dalam postingan adalah sisa, karena menu yang sebenarnya disajikan tidak seperti itu.

 

Selain itu, nilai ekonomis menu tersebut mencapai angka Rp10.000, yang sudah sesuai dengan standar harga.

 

Pemilik Yayasan Miftahul Falah, Engkus Kusmana, menyampaikan bahwa akan melakukan konfirmasi langsung terhadap pemilik akun TikTok Wawan Ceweng untuk memperjelas kondisi sebenarnya dan mencari solusi yang tepat terkait penyebaran informasi salah tersebut. Namun, jika pemilik akun tidak bisa diajak diskusi secara kekeluargaan, pihak Dapur Miftahul Falah akan membawa kasus ini ke jalur hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

Pihak dapur juga menyatakan bahwa mereka telah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi penyebaran informasi salah tersebut, termasuk melaporkan konten viral kepada pihak TikTok sesuai dengan kebijakan platform dalam menangani mis informasi.

 

Mereka berharap masyarakat dapat lebih cermat dalam menyebarkan informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang tidak terverifikasi kebenarannya.

(Ujang Aep)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.