Kuningan RIN-
Aksi demo mahasiswa di depan Kantor Dewan hari ini sempat memanas, dengan lemparan telor busuk ke arah gedung dewan, Kamis (12/2/2026)
Mahasiswa menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah, serta Penjelasan terkait tunjangan bagi anggota DPRD, yang diduga menyalahi aturan.
![]() |
| Caption,masa aksi saat berdiskusi di ruang paripurna DPRD Kuningan |
Pantauan media ini langsung dilokasi Polisi terus bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi eskalasi aksi. Situasi masih sempat memanas sampai masa aksi bakar ban bekas ,lempar telur busuk , hingga akhirnya sejumlah anggota DPRD keluar menemui masa aksi. Interaksi masa aksi tak menemukan titik temu, akhirnya masa di persilahkan menyampaikan aspirasinya di ruang rapat paripurna.
Cercaan pertanyaan dan jawaban terus memanas , semua jawaban dari pihak eksekutif dan legislatif dilibas semua oleh masa aksi sehingga sempat membuat tim DPRD dan eksekutif terdiam , semua dalih dipatahkan oleh dokumen peraturan yang telah mereka (masa aksi ...red) persiapkan.
Audiensi terbuka di ruang paripurna itu pun tidak menemukan titik temu pihak eksekutif, legislatif dan masa aksi , akhirnya masa aksi menurut kordinator lapangan, mengatakan dugaan permasalahan ini kemungkinan besar akan dilaporkan secara resmi ke APH bahkan ke tingkat yang lebih tinggi,( Kepolisian, kejaksaan, BPK dan KPK....red). Bahkan bila perlu ke PTUN.
Berkat kesigapan dan kesabaran petugas keamanan, acara gelar aksi sejumlah organisasi mahasiswa ini berjalan lancar biar sedikit dihiasi suasana memanas dan lemparan telur busuk ke arah kantor Dewan
(Red)





