![]() |
| Caption Kantor DLHK Kabupaten Kuningan |
Kuningan RIN-
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Kuningan siap menghadapi lonjakan volume sampah selama periode mudik Lebaran 2026.
Pihak DLHK memperkirakan peningkatan sampah mencapai ribuan ton akibat arus mudik dan aktivitas masyarakat yang lebih intensif.
![]() |
| Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Sampah, Andi, |
Kepala DLHK Kabupaten Kuningan, Ir. Usep Sumirat, menjelaskan hal ini melalui Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Sampah, Andi, saat ditemui media ini. "Kami telah menyiapkan beberapa strategi jitu untuk mengantisipasi dan menanggulangi sampah di seluruh wilayah Kuningan selama Lebaran nanti," ujar Andi menjawab pertanyaan wartawan Kamis (12/3/2026)
Menurut Andi, strategi utama mencakup penambahan ritase pengangkutan sampah dan Kendaraan pengangkut disiagakan di titik-titik rawan seperti terminal, pasar, dan kawasan wisata.
" Untuk mengantisipasi nanti kendaraan pengangkut disiagakan di titik titik lokasi, serta menyiapkan kendaraan penyisir, sekarang juga kita telah menerjunkan tim penyapu untuk menanggulangi hal tersebut," tambahnya
Selain itu, DLHK akan intensifkan sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui kampanye di masjid, pasar tradisional, dan media sosial.Karena masalah sampah bukan hanya tanggung jawab DLHK tai tanggung jawab semua "Peningkatan volume sampah diprediksi mencapai 30-50 persen dari hari biasa, terutama sampah organik dari sisa makanan dan kemasan tak terurai," ucapnya
Strategi ini diharapkan menjaga Kuningan tetap bersih dan nyaman selama libur Lebaran 1447 Hijriah.
Andi. juga sangat berharap dukungan masyarakat Kuningan untuk memilah sampah dari rumah dan menghindari pembuangan sembarangan.
Diakhir pembicaraan Kabid Andi mengeluhkan terkait kurangnya personil dan dan alat angkut yang ada untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sampah di Kabupaten Kuningan
" Saya juga sangat prihatin terkait banyaknya kendaraan pengangkut sampah yang sudah kurang layak , tapi mau bagi mana lagi anggaran untuk perawatan saat ini sangat terbatas ," pungkasnya
(Red)



