
R.Junaedi sala seorang wartawan Kabupaten Kuningan
Kuningan RIN-
Sejumlah wartawan di Kuningan merasa kecewa karena Kabid PUEM DPMD Kuningan tidak hadir dalam audiensi terbuka yang dijadwalkan Senin 6 April 2026 kemarin.
Menurut salahsatu wartawan yang ikut dalam Audiensi kemarin mengatakan, Audiensi tersebut bertujuan untuk membahas isu-isu terkait BUMDES di tiap Desa dan transparansi anggaran.
" Saya sangat kecewa padahal sebelumnya kami telah melayangkan surat pemberitahuan dan saya yakin Kabid telah membaca surat pemberitahuan tersebut, tapi pas waktu nya seolah olah mis informasi terkait waktu, padahal di surat sudah jelas , entah lupa apa pura pura lupa ," ucapnya pada media ini ,Selasa (7/4/2026) di salahsatu cafe resto jalan Sukarno Hatta Kuningan
Lebih lanjut, pihak media menjelaskan bahwa audiensi ini sangat penting untuk memberikan klarifikasi kepada publik mengenai kondisi BUMDes saat ini. Banyak laporan dan temuan lapangan yang membutuhkan jawaban langsung dari pihak DPMD selaku instansi pembina, terutama menyangkut:
Efektivitas penyertaan modal desa ke unit usaha BUMDes.
Transparansi anggaran pembinaan dan pengawasan ekonomi desa.
Sinkronisasi data keberhasilan BUMDes dengan realita pendapatan asli desa (PADes).
Ketidakhadiran pejabat publik dalam forum resmi seperti ini dinilai sebagai langkah mundur dalam upaya menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel di Kabupaten Kuningan.
Langkah Selanjutnya
Para wartawan menegaskan tidak akan berhenti sampai di sini. Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik untuk melakukan penjadwalan ulang, awak media berencana akan melayangkan surat keberatan resmi kepada Kepala Dinas DPMD hingga Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan.
"Kami hanya menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai UU Pers. Jika ruang komunikasi tertutup seperti ini, publik akan bertanya-tanya ada apa dengan pengelolaan BUMDes kita," pungkasnya
( Red )

