Ciamis – RIN
Keberhasilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kembali menarik perhatian lembaga sejenis dari luar daerah. Kali ini, Baitul Mal Kota Sabulussalam, Aceh, melakukan kunjungan studi tiru untuk menggali praktik terbaik pengelolaan dana sosial yang terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Sabulussalam, M. Rasyid, beserta jajaran pengurus Baitul Mal setempat. Kedatangan rombongan disambut secara resmi oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Lili Miftah, M.BA, dan segenap pengurus.
M. Rasyid menyatakan bahwa pemilihan BAZNAS Ciamis sebagai tempat studi tiru didasari pengakuan atas keberhasilan lembaga tersebut dalam merancang program penghimpunan dan pendayagunaan dana ZIS yang terstruktur dan tepat sasaran. Ia menuturkan bahwa pihaknya ingin mempelajari secara menyeluruh sistem yang diterapkan, mulai dari penghimpunan zakat ASN, peran aktif Organisasi Perangkat Daerah, dukungan tingkat kecamatan, partisipasi masyarakat, hingga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
“Kami ingin mengadopsi pola pengelolaan yang telah terbukti efektif ini, sekaligus menyesuaikannya dengan regulasi khusus yang berlaku di Aceh, di mana lembaga pengelola zakat dikenal dengan nama Baitul Mal dan memiliki aturan tersendiri sesuai kekhususan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Ciamis, H. Lili Miftah, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyoroti Program Infak Desa sebagai salah satu inovasi unggulan yang paling banyak diminati oleh daerah lain. Program ini dirancang agar manfaat dana sosial dapat langsung dirasakan oleh warga di tingkat desa, antara lain melalui pembangunan rumah layak huni dan bantuan sosial lainnya.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kepercayaan dan partisipasi aktif masyarakat. Dana yang terkumpul, meski berasal dari sumbangan kecil, mampu memberikan perubahan besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi salah satu dari serangkaian studi tiru yang terus berdatangan dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Hal ini semakin mengukuhkan posisi BAZNAS Kabupaten Ciamis sebagai salah satu pusat rujukan nasional dalam pengelolaan zakat yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.
Reporter: Ujang Aep Radar investigasi.com


