Ciamis - RIN
Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dalam apel gabungan yang digelar di Halaman Pendopo Bupati Ciamis, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya pendataan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas perekonomian di wilayah tersebut.
Pencanangan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, para camat, serta sejumlah Aparatur Sipil Negara. Sebagai simbol peluncuran, dilakukan penyerahan secara simbolis rompi dan kartu identitas petugas kepada perwakilan tim lapangan.
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan amanat Bupati Ciamis. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan yang berkualitas harus didasarkan pada data yang akurat dan terpercaya, bukan sekadar perkiraan.
“Data yang tepat akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran. Sensus Ekonomi ini menjadi fondasi penting untuk memetakan potensi, tantangan, dan perkembangan dunia usaha di Ciamis, sehingga kebijakan yang diambil nantinya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran petugas sebagai garda terdepan. “Kami yakin para petugas yang ditugaskan adalah tenaga yang profesional dan berintegritas. Laksanakan tugas dengan jujur, teliti, dan santun, serta catat setiap informasi dengan akurat,” pesannya.
Nanang juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa, serta seluruh lapisan masyarakat, untuk memberikan dukungan dan kerja sama yang baik demi kelancaran kegiatan ini.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Luqman, melaporkan bahwa sebanyak 1.486 orang telah disiapkan untuk tugas ini, yang terdiri dari 1.310 petugas pendata dan 176 petugas pemeriksa. Proses pendataan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Hasil sensus ini nantinya akan menjadi gambaran lengkap mengenai struktur ekonomi, persebaran usaha, dan potensi unggulan daerah, yang akan digunakan sebagai acuan utama dalam penyusunan program pembangunan daerah ke depan.
Reporter : Ujang Aep Radar investigasi.com


