Penggunaan dana DBHCHT Diskominfo Kuningan patut jadi sorotan, karena sampai saat ini belum tampak realisasi kegiatannya .
Menurut Kepala bagian ekonomi Setda Kuningan Tatik , saat di konfirmasi tim media menjelaskan terkait DBHCHT, di kabupaten Kuningan sudah penyerapan kira kira 70%. Ke sekitar 8 SKPD, dari total anggaran sekitar Rp 8,756 miliar.
"Inkom sekitar 250 jutaan. Saya lupa persisnya," kata Tatik melalui chatting WhatsApp pribadinya,
Lebih jauh Tatik juga memberikan informasi sejumlah SKPD penerima DBHCHT tersebut.
"1. Dinkes --> utk pembayaran jamkesda
2. RSUD Linggarjati --> utk pembelian alkes
3. Dinas pertanian --> utk pengembangan varietas tembakau dan pelatihan petani tembakau
4. Dinas kopdagperin --> pelatihan
5. Dinas Kominfo --> utk sosialisasi
6. Satpol PP --> utk operasi pemberantasan cukai ilegal dan penyuluhan
7. Dinas Tenaga Kerja --> utk BLK dan iuran jamsostek
8. Dinas sosial --> utk BLT," paparnya
Sementara Kepala diskominfo Kabupaten Kuningan waktu di konfirmasi melalui Kepala Bidang IKP Anwar nasihin menjelaskan bahwa kegiatannya baru rencana mau di laksanakan bulan depan.
" yang sedang direncanakan agenda awal Nopember," jelas anwar singkat
Melihat hal tersebut membuat salah seorang pengamat sekaligus pemantauan kebijakan publik yang identitasnya minta di rahasiakan,merasa bingung dan bertanya tanya saat berbincang dengan media ini , Selasa kemarin (21/10/2025) , menurut nya kenapa keterangan antara Kabid ekonomi Setda Kuningan dengan pihak diskominfo berbeda,
"Pemerintah sebaiknya melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan dana DBHCHT digunakan sesuai dengan peraturan dan tepat sasaran serta tetap menjunjung tinggi transparansi publik,"harapnya
(Fulls)


