-->

Notification

×


 


 


 

Kampung Halaman Bukan Alasan Bungkam, Wartawan Diminta Tegakkan Kebenaran

Minggu, 10 Mei 2026 | Mei 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-10T05:50:33Z

Gambar karikatur hanya pelengkap brita saja 

Radar investigasi.com

Kampung halaman tidak boleh menjadi alasan bagi wartawan untuk memilih diam. Seruan agar jurnalis daerah tetap berani menyuarakan kebenaran di wilayahnya sendiri kembali ditegaskan oleh salah seorang pemantau kebijakan publik asal kota Bandung, Sabtu 9/5, menyusul maraknya tekanan sosial dan rasa sungkan yang membungkam pemberitaan lokal.


Tekanan dari tokoh masyarakat, relasi kekerabatan, hingga kekhawatiran dianggap “menjelekkan kampung sendiri” disebut menjadi tembok besar bagi wartawan daerah dalam mengungkap fakta. Padahal, menurut E.Kurdiman , justru di daerah sendiri wartawan paling dibutuhkan untuk mengawal kepentingan publik.


“Wartawan bukan humas daerah. Loyalitas pertama kita pada kebenaran dan warga, bukan pada kedekatan personal,” ujarnya.


Ia menambahkan, keberanian bersuara di kampung sendiri adalah ujian integritas. Tanpa itu, penyimpangan anggaran, kerusakan lingkungan, hingga praktik kekuasaan lokal akan terus luput dari sorotan.


Sejumlah jurnalis daerah mengaku pernah mendapat intimidasi halus hingga ajakan “menjaga nama baik kampung” saat hendak menulis isu sensitif. Meski begitu, desakan untuk tetap independen terus digaungkan lewat pelatihan jurnalisme investigasi dan kode etik.


"Kampung halaman seharusnya jadi tempat pertama di mana kebenaran dijaga, bukan dibungkam. Dan wartawan, dengan segala risikonya, diminta berdiri di garda itu," pungkasnya

(Tim / Red)


×
Berita Terbaru Update