
Gambar karikatur hanya pelengkap brita saja
Kuningan RIN-
Sejumlah pihak menyoroti dugaan adanya oknum guru di SMKN 1 Japara yang dinilai belum memahami tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai tenaga pendidik. Dugaan ini muncul setelah adanya informasi dari kepala sekolah tersebut terkait kinerja oknum tersebut banyak terganggu karena ngurusin Yayasan dan MBG yang dianggap tidak sesuai prosedur.
Oknum Guru tersebut bernama Jaelani,Menurut Kepala sekolah saat di konfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, oknum guru tersebut dinilai kurang komunikatif dan kerap mengabaikan tugas guru sekaligus wakil kepala sekolah bidang Humas,
" kesibukan Jaelani dalam mengelola yayasan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berdampak langsung pada kinerja di sekolah. Berdasarkan pengamatan kami selama beberapa bulan menjabat saja sudah kerasa," kata kepala SMKN 1 Japara pada media ini beberapa waktu lalu.
Terkait Maslah izin kepala sekolah juga menjelaskan, memang benar dulu ada izin untuk keterlibatan dalam yayasan, tapi lagi lagi , Jaelani nggak pernah melaporkan terkait pelaksanaan kegiatan dalam rangka izin tersebut. Hingga jadi sorotan sejumlah media.
"Sekarang surat izin tersebut sudah saya cabut, dan jabatan dia sebagai wakil kepala sekolah pun di nonaktifkan, " tutur Kepsek SMKN 1 Japara menjawab pertanyaan wartawan pada 16 Apri 2026 kemarin
Ironisnya oknum guru SMKN 1 Japara ini saat di konfirmasi seolah olah merasa sangat sempurna dan tak nampak rasa bersalah sedikitpun, bahkan dia mengaku kemajuan sekolah pun banyak berkat keterlibatan dirinya.
"hal tersebut bukan urusan pihak lain,
"Untuk hal tersebut bukan urusan pihak lain, yg jelas kami sebagai pns menjalankan sesuai peraturan dan perundang yg berlaku, kalau pns ada yg melanggar aturan tersebut sudah pasti ada sangsinya jelas menurut uu ASN . DAN ASN SUDAH FAHAM SEMUA," katanya menjawab pertanyaan wartawan melalui chatting WhatsApp pribadinya Minggu sore (12/4/2026)
"Maaf saya juga tidak akan menanggapi lagi persoalan yg di ulang ulang hanya membahas personal karena di duga ada tujuan dan ada pesanan dari pihak pihak yg tidak suka atas keberhasilan anak bangsa untuk membangun negeri sesuai ketentuan dan kebijakan pemerintah yg sedang berkuasa 🙏🙏," pungkasnya
Sementara ketua yayasan arraswad saat di konfirmasi menjelaskan dirinya telah memberikan surat kuasa pada Jaelani untuk mengurusi yang berkaitan dengan MBG, dan mengenai alur keuangan atau profit ketua yayasan arraswad tersebut mengaku sangat tidak tahu. hal ini membuat publik bertanya tanya" apakah secara etika di benarkan kalau ketua pengurus Yayasan, memberikan surat kuasa untuk MBG pada ketua pembina, lalu Yayasan tersebut siapa yang membina ???"
Setelah muncul di sejumlah media terkait Jaelani yang diduga terlalu mengutamakan kepentingan Yayasan dan MBG , ketimbang tupoksi sebagai PNS yang bertugas di SMKN 1 Japara, sepertinya Dia gagal faham karena malah membuat berita klarifikasi pada media lain , idealnya kalu klarifikasi tayang di media yang sama biar publik menerima informasi nya utuh,tidak setengah setengah.
Dan juga yang di bahasa dalam klarifikasi tersebut tidak mencakup keseluruhan,salah satunya terkait rumor hubungan gelap dengan salahsatu relawan SPPG Nusaherang, status pekerjaan di KTP yang tak sesuai fakta , serta tujuannya sebagai pembina yayasan masuk terlalu jauh pada program MBG, dan kenapa kalau atas nama yayasan sangat nampak hanya mencari profit, dan benarkah dana dari sering profit itu masuk ke yayasan.
(Tim /red)

