![]() |
| Ketua LMPI Kabupaten Kuningan Ujang Jenggo |
Kuningan RIN-
Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Indonesia ( LMPI) Kabupaten Kuningan, Ujang Jenggo, dengan tegas membantah seluruh tudingan yang menyebut adanya intervensi dan pengancaman , terhadap wartawan media SBI.
"Mau intervensi atau menghubungi jurnalis bagai mana sama orangnya juga tidak bertemu, tujuan pihak anggota kami awalnya hanya untuk mengklarifikasi pemberitaan saja, karena kami tidak tau kantor media di Kuningan nya di mana ya mendatangi Kontrakan wartawan media tersebut," katanya,Kamis sore (28/5/2026)
Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat dan beberapa platform media terkait insiden yang terjadi pada Senin 25 mei 2026 lalu.
LMPI Kuningan menyatakan tidak pernah memberikan instruksi, arahan, maupun tindakan yang mengarah pada intervensi terhadap kerja jurnalistik termasuk media SBI. Sebagai organisasi kemasyarakatan, LMPI berkomitmen menjunjung tinggi kebebasan pers yang dilindungi Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Tudingan adanya pengancaman , intervensi terhadap wartawan SBI itu hanyalah omongan semata ,dan tidak mungkin sampai dilakukan karena menurutnya di dunia ormas atau lembaga bahasa seperti itu sudah lumrah atau biasa apalagi dalam situasi lagi emosional.
"Bahasa seperti kasar seperti itu dalam dunia lembaga ormas ya itu sangatlah lumrah," tambahnya
Selain itu menurut Jenggo waktu tim nya kesana mau mengklarifikasi terkait diduga adanya oknum anggota media SBI yang sering menjual nama lembaga LMPI di lapangan untuk mencari keuntungan semata .
Apabila pihak SBI merasa dirugikan, LMPI Kuningan mempersilakan untuk menempuh jalur hukum yang berlaku. Kami siap kooperatif dan membuka diri untuk klarifikasi langsung agar permasalahan tidak berkembang menjadi disinformasi yang merugikan semua pihak.
LMPI Kuningan mengajak semua elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan jurnalis, untuk bersama menjaga kondusifitas di Kabupaten Kuningan. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami tidak anti kritik dan tidak anti pers. Yang kami lawan adalah berita yang tidak berimbang dan berpotensi memecah belah. LMPI lahir untuk menjaga NKRI, bukan untuk menakuti rakyatnya sendiri,” tegas Ujang Jenggo
(Fulls)



