![]() |
| Dok Kepala Desa Sngkanerang saat di wawancara media |
Kuningan RIN-
Merasa gerah karena terus-menerus ditegur warga , pengguna jalan dan Dinas terkait ,Pemerintah Desa Sngkanerang Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan akhirnya mengambil langkah tegas. Lahan kosong di pinggir jalan yang selama ini jadi tempat pembuangan sampah liar disulap menjadi taman desa.
Kepala Desa Sngkanerang , Ahmad Suteja , mengatakan, pihaknya sudah berulang kali memasang plang larangan buang sampah dan memberi imbauan. Namun, tumpukan sampah tetap muncul setiap pagi. “Kami pusing ditegur warga, camat, bahkan orang lewat. Katanya desa kotor, padahal yang buang bukan warga kami saja,” ujarnya, Rabu 6/5.
Daripada terus jadi sorotan negatif, Pemdes memutuskan menata lahan seluas Kurang lebih 50 bata itu lewat program Dana Desa. Sampah di pendam , lalu lahan diratakan, menggunakan alat berat
" Biarpun kondisi keuangan didesa lagi seperti ini ya kami upayakan, nyewa alat berat ke DPUTR, Alhamdulillah ke kita biaya sewa nya cuman Rp 2 juta sehari , kalau untuk swasta informasi nya Rp 2,5 juta sehari, tapi mau bagai mana lagi karena kalau menggunakan penataan secara manual ya bisa habis waktu lama ," tegasnya
“Rencana Kami ke depan akan ubah dari tempat sampah jadi taman . Ada bangku, lampu taman, dan tong sampah. Harapannya orang malu kalau buang sampah sembarangan di tempat yang sudah bagus,” tambah Kades.
Untuk informasi saat ini selain memikirkan kegiatan penataan lahan, pihak pemdes juga lagi berfikir keras mencari solusi kedepan untuk masalah pengelolaan sampah di desa tersebut. Mereka berharap pihak pemerintah daerah bisa memberikan solusi untuk kebaikan bersama.
Kang Bopy pemantau kebijakan publik mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, penataan ini sekaligus menjawab keluhan warga soal estetika desa dan bau tidak sedap yang mengganggu pengguna jalan.
Warga menyambut positif. “ke depan lahan tempat pembuangan sampah tersebut pasti jadi enak dilihat. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang buang sampah di sini,” kata warga yang namanya enggan di koran kan
(Tim /red)



