-->

Notification

×


 


 


 

Kabid PAUD Dikmas Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dan Program Pencegahan Stunting

Selasa, 05 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-05T07:56:41Z

Kabid PAUD Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan Dicky Mahardika, S.E., M.Si. 

Kuningan RIN-

Kabid PAUD Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan Dicky Mahardika, S.E., M.Si. menegaskan pentingnya pelaksanaan program wajib belajar 1 tahun prasekolah sebagai langkah meningkatkan kesiapan anak sebelum masuk jenjang pendidikan dasar.


Menurutnya, sasaran program ini adalah anak usia 5–6 tahun dengan target pemerataan lembaga PAUD minimal satu lembaga per desa, baik Kober maupun TK. Sosialisasi program direncanakan akan dilakukan ke 32 kecamatan untuk meningkatkan angka partisipasi anak usia dini.

"Sesuai dengan kebijakan pemerintah wajib belajar 13 tahun termasuk satu tahun prasekolah," kata Kabid Dicky menjawab pertanyaan wartawan,Selasa (5/5/2026) di ruang kerjanya 


Selain itu, Kabid PAUD Dikmas juga menyampaikan bahwa program prasekolah akan diintegrasikan dengan upaya pencegahan stunting, melalui edukasi gizi dan pola makan sehat, termasuk pemberian susu dan telur saat kegiatan Bunda PAUD.

"Alhamdulillah kebetulan bunda paudnya adalah Istri bapak Bupati, jadi dalam kegiatan program pemerintah daerah yaitu bunda paud kita ikut mendompleng," tambahnya 


Dalam pelaksanaannya, peran Bunda PAUD serta jejaring PKK sangat membantu dan akan dimaksimalkan untuk memperluas sosialisasi hingga tingkat desa.


Kabid PAUD Dikmas juga menekankan pentingnya peran PKBM dan SKB dalam menekan angka anak tidak sekolah melalui konsep desa asuh, yakni satu PKBM membina 3–4 desa untuk pendataan dan pembelajaran nonformal.


"langkah penurunan angka anak tidak sekolah melalui optimalisasi peran PKBM dan SKB.

Salah satu strategi yang dirancang adalah konsep desa asuh, di mana setiap PKBM akan mengawasi sekitar 3 hingga 4 desa untuk pendataan sekaligus pembinaan pendidikan non formal,"pungkasnya 


pihaknya optimistis program wajib belajar prasekolah dan penguatan PKBM/SKB dapat menjadi langkah nyata meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menekan stunting dan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Kuningan 


Ia mengakui masih ada tantangan, terutama keterbatasan anggaran dan kebutuhan sarana pendukung. Namun pihaknya terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar program berjalan optimal.


(Tim / red)

×
Berita Terbaru Update