Kuningan RIN–
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini terus dilakukan. Sebanyak 344 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuningan mengikuti Workshop Gerak dan Lagu yang diselenggarakan oleh organisasi IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan IGTKI-PGRI Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang di ruang aula SMKN 1 Kuningan pada Sabtu 13Juni 2026 ini,berlangsung meriah dan penuh antusiasme tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Elon Carlan.
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, Yuli Pramiati, mengatakan bahwa metode gerak dan lagu merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang sangat efektif bagi anak usia dini karena mampu memadukan unsur bermain, bernyanyi, dan aktivitas fisik dalam suasana yang menyenangkan.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya membuat anak lebih antusias mengikuti pembelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai aspek perkembangan, mulai dari kemampuan motorik, bahasa, sosial-emosional hingga membangun rasa percaya diri anak sejak dini.
“Dunia anak usia dini adalah dunia bermain. Karena itu, guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan. Gerak dan lagu menjadi salah satu media yang efektif untuk menstimulasi tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Yuli.
Ia menegaskan, tantangan pendidikan anak usia dini saat ini semakin kompleks. Guru dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang kreatif, interaktif, dan mampu mempertahankan fokus serta semangat belajar peserta didik.
Workshop yang mengusung tema “Melalui Workshop Gerak dan Lagu, Kita Tingkatkan Motivasi dan Kreativitas Guru TK Provinsi Jawa Barat” tersebut menghadirkan narasumber berkompeten dari tingkat provinsi, termasuk Ketua IGTKI-PGRI Provinsi Jawa Barat, Neti Arimurti.
Menariknya, seluruh peserta mengikuti kegiatan secara swadaya. Hal tersebut menjadi bukti tingginya komitmen para guru TK untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam mendidik anak usia dini.
“Peningkatan kualitas guru tidak harus selalu bergantung pada bantuan. Kesadaran untuk terus belajar dan mengembangkan diri merupakan kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tambah Yuli.
Sementara itu, Kadisdikbud Kuningan, Elon Carlan, memberikan apresiasi atas semangat para guru TK yang terus berupaya meningkatkan kapasitas diri melalui kegiatan pengembangan profesi.
Menurutnya, kualitas pendidikan anak usia dini sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya. Karena itu, guru harus terus mengikuti perkembangan metode pembelajaran agar mampu menciptakan proses belajar yang menarik, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan anak.
“Saya mengapresiasi semangat para guru TK yang terus belajar dan mengembangkan kompetensinya. Semoga ilmu yang diperoleh dari workshop ini dapat diterapkan di sekolah masing-masing sehingga pembelajaran menjadi lebih kreatif, menyenangkan, dan berdampak positif bagi perkembangan anak,” ungkap Elon.
Selain mendapatkan materi teoritis, para peserta juga mengikuti praktik langsung berbagai gerakan dan lagu edukatif yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir semakin banyak guru PAUD yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi guru diharapkan berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kuningan, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter sejak usia dini.
Reporter: Radar Investigasi
Editor: Saeful Redaksi Radar Investigasi News.com


