Notification

×


 


 


 

Warga Desa Sadamantra Terpaksa Patungan Rp40 Juta Tambal Jalan Kabupaten, Kades: Sudah Berkali-kali Mengajukan, Sampai Kapan Dibiarkan?

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-31T03:14:37Z

Caption,saat tim media konfirmasi ke  kepala desa sadamantra 

Kuningan RIN-

Potret memprihatinkan kembali terlihat pada infrastruktur jalan kabupaten di wilayah Desa Sadamantra Kecamatan Jalaksana. Bertahun-tahun menunggu penanganan, masyarakat akhirnya memilih turun tangan sendiri dengan mengumpulkan dana swadaya untuk menambal jalan yang rusak dan berlubang.


Kantor balai desa Sadamantra 

Ironisnya, dana yang berhasil dihimpun warga mencapai sekitar Rp40 juta, hanya untuk memperbaiki sementara jalan yang sejatinya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.


Kepala Desa Sadamantra M.Dimtati mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan karena masyarakat sudah tidak sabar melihat kondisi jalan yang semakin membahayakan keselamatan pengguna.


"Sudah beberapa kali kami mengajukan perbaikan kepada instansi terkait, tetapi sampai sekarang belum juga ada realisasi. Saya sudah capek menyampaikan usulan dan terus ditanya masyarakat. Jujur, saya juga merasa malu," ungkapnya menjawab pertanyaan wartawan, Jum'at (31/7/2026) di kantornya


Menurutnya, penambalan hasil swadaya warga hanya mampu menjadi solusi sesaat. Seiring tingginya volume kendaraan, kerusakan kembali muncul dan bahkan semakin meluas.


Yang lebih memprihatinkan, jalan rusak tersebut disebut telah memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas. Lubang yang menganga, permukaan jalan yang tidak rata, hingga genangan air saat hujan menjadi ancaman nyata bagi pengendara roda dua maupun roda empat.


Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa hingga warga harus merogoh kocek sendiri untuk memperbaiki jalan kabupaten? Padahal, jalan merupakan infrastruktur vital yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.


Kepala Desa Sadamantra berharap Pemerintah Kabupaten Kuningan segera turun tangan dan menjadikan ruas jalan tersebut sebagai salah satu prioritas penanganan.


"Kalaupun belum bisa dibangun secara menyeluruh, paling tidak dilakukan rehabilitasi atau penambalan yang layak agar tidak terus memakan korban," tegasnya.


Kini masyarakat hanya berharap keluhan mereka tidak berhenti sebatas usulan di atas kertas. Sebab, setiap hari jalan itu tetap dilalui warga, sementara risiko kecelakaan terus mengintai. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah, haruskah menunggu lebih banyak korban sebelum penanganan benar-benar dilakukan?


(Tim /red)

×
Berita Terbaru Update