Notification

×


 


 


 

DANA REVITALISASI BUKAN UANG WARISAN! KEPALA SEKOLAH JANGAN “TIARAP” SAAT WARTAWAN DATANG

Senin, 21 September 2026 | September 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-21T16:17:50Z

Saeful  RN, pimpinan Redaksi  Radar investigasi. Com 

Uang Publik Wajib Terbuka, Fungsi Kontrol Sosial Tak Boleh Dipagari


KUNINGAN  Radar investigasi. Com—

Dana revitalisasi sekolah kembali menjadi sorotan. Bukan karena wartawan ingin mencari-cari kesalahan, tetapi karena uang yang digunakan adalah anggaran publik yang wajib dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.


Pimpinan Redaksi Radar Investigasi.com Saeful sekaligus stap redaksi di radar nusantara grup menegaskan, dana revitalisasi bukan uang pribadi, bukan uang lembaga tertentu, dan tentu saja bukan uang warisan yang penggunaannya bisa diperlakukan sesuka hati.

“Ini uang publik, bukan uang warisan. Maka penggunaannya harus jelas, pelaksanaannya harus transparan, dan pertanggungjawabannya harus bisa dijelaskan. Jangan alergi ketika wartawan datang,” tegas Pimpinan Redaksi Radar Investigasi.com.


Sorotan tersebut mencuat menyusul adanya sejumlah kepala sekolah yang disebut terkesan menghindar ketika hendak dikonfirmasi wartawan terkait pelaksanaan kegiatan revitalisasi di sekolah masing-masing.


Padahal, wartawan datang membawa pertanyaan, bukan membawa vonis.

Wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial dengan menggali informasi, memeriksa fakta, meminta penjelasan, serta memberikan kesempatan kepada pihak sekolah untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya.


Konfirmasi bukan tuduhan. Pertanyaan bukan penghakiman. Dan wartawan bukan musuh sekolah.


Justru ketika anggaran yang digunakan berasal dari uang negara, keterbukaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.


Pimpinan Redaksi Radar Investigasi.com kembali menegaskan bahwa pihak sekolah tidak perlu merasa terganggu dengan kehadiran wartawan sepanjang proses jurnalistik dilakukan secara profesional dan sesuai etika.

“Kalau pekerjaannya benar, jelaskan. Kalau anggarannya sesuai, sampaikan. Kalau administrasinya lengkap, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Jangan sampai wartawan datang untuk bertanya justru yang muncul adalah kesan menghindar,” ujarnya.


Menurutnya, masyarakat memiliki kepentingan terhadap hasil program revitalisasi sekolah. Mereka ingin mengetahui apakah anggaran benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan sebagaimana tujuan program.


Karena itu, transparansi bukan ancaman bagi sekolah. Transparansi justru menjadi benteng kepercayaan publik.


Radar Investigasi.com akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran publik dengan mengedepankan data, fakta, verifikasi, keberimbangan, serta hak jawab pihak-pihak yang dikonfirmasi.


Sebab pada akhirnya, prinsipnya sangat sederhana:

UANG PUBLIK HARUS TERBUKA.

ANGGARAN PUBLIK HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN.

DAN WARTAWAN TIDAK BOLEH DITAKUT-TAKUTI HANYA KARENA DATANG MEMINTA PENJELASAN.


Kalau semuanya terang, kenapa harus menghindar?


Radar Investigasi.com
Jelas Fakta Tanpa Kompromi

×
Berita Terbaru Update