
Gambar karikatur hanya pelengkap brita saja
Kuningan RIN-
Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Kuningan kembali menjadi perhatian. Kali ini, SMPN 2 Japara menjadi salah satu sekolah yang dimintai penjelasan oleh media terkait pelaksanaan program tersebut.
Kepala SMPN 2 Japara, Agung, menyambut baik permintaan konfirmasi yang disampaikan media. Ia menyatakan pihak sekolah siap memberikan informasi mengenai pelaksanaan revitalisasi agar masyarakat mengetahui secara terbuka perkembangan program di sekolah.
Sejumlah pertanyaan pun disampaikan, mulai dari total anggaran yang diterima, pekerjaan yang dibangun, progres pelaksanaan, kendala di lapangan hingga dampak revitalisasi terhadap peserta didik.
Media juga menanyakan mekanisme pemeliharaan fasilitas setelah pekerjaan selesai, termasuk sumber anggaran yang nantinya digunakan untuk perawatan.
Tak berhenti di situ, media meminta dokumentasi kondisi sekolah sebelum dan sesudah revitalisasi sebagai bahan pemberitaan. Bahkan, untuk menjaga informasi tetap berimbang, pihak sekolah juga diminta menyampaikan SK penghapusan aset yang berkaitan dengan bangunan atau fasilitas yang direvitalisasi.
"Untuk menyeimbangkan informasi yang masuk ke kita," demikian disampaikan media dalam komunikasi tersebut.
Pertanyaan lain yang cukup menarik perhatian berkaitan dengan kemungkinan adanya potongan anggaran dari total nilai yang tercantum dalam data anggaran. Pertanyaan tersebut disampaikan bukan sebagai tuduhan, melainkan bagian dari upaya konfirmasi dan memastikan informasi yang diterima publik tidak sepotong.
Media juga meminta informasi mengenai pihak yang berperan sebagai fasilitator atau konsultan program revitalisasi, termasuk nama dan keterlibatannya dalam proses pelaksanaan.
Sementara itu, salah satu poin yang turut ditanyakan adalah sejauh mana P2SP melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya mengenai keterlibatan warga sekolah atau wali murid serta persentase tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar.
Menariknya, dalam komunikasi tersebut, Agung menegaskan bahwa pihak sekolah tidak berpikir negatif terhadap permintaan informasi dari media.
"Kami malah berterima kasih ada ruang di media untuk mempublikasi kegiatan revit di sekolah kami bagi masyarakat agar diketahui," ujar Agung.
Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa data yang diminta kemungkinan baru dapat diberikan pada hari berikutnya.
Dengan demikian, bola kini berada di pihak sekolah untuk memberikan data dan penjelasan secara terbuka. Publik tentu menunggu: berapa nilai anggarannya, apa saja yang dibangun, sejauh mana progresnya, siapa yang mendampingi, dan bagaimana mekanisme pengelolaannya?
Sebab, ketika uang negara digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan, pertanyaan mengenai anggaran, aset, pelaksanaan dan hasil pekerjaan bukanlah hal yang perlu dianggap mengganggu. Justru keterbukaan menjadi bagian penting agar program revitalisasi benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik dan masyarakat.
Media pun memastikan konfirmasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari prinsip cover both sides, bukan untuk mencari-cari kesalahan ataupun membangun opini tendensius.
Kini tinggal menunggu data dari SMPN 2 Japara. Karena dalam urusan revitalisasi, yang dibangun bukan cuma gedung—kepercayaan publik juga perlu ikut direvitalisasi.
Bersambung ke edisi berikutnya
Radar Investigasi.com – Jelas Fakta Tanpa Kompromi

