
Gambar karikatur hanya pelengkap berita saja
KUNINGAN RadarInvestigasi.com –
Program revitalisasi sekolah yang bersumber dari anggaran negara kembali menjadi sorotan. Kali ini, SDN 2 Bendungan menjadi perhatian setelah muncul dugaan adanya sejumlah pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan harapan terhadap sebuah program revitalisasi.
Bukan hanya soal pekerjaan yang dipertanyakan, proses konfirmasi media juga ikut menjadi sorotan. Saat RadarInvestigasi.com berupaya menghubungi Kepala SDN 2 Bendungan untuk meminta penjelasan dan memastikan informasi yang diperoleh di lapangan, nomor telepon yang digunakan media ini diduga justru diblokir.
Jika benar terjadi pemblokiran, tentu hal tersebut menimbulkan pertanyaan publik: mengapa ketika media hendak meminta penjelasan mengenai pekerjaan yang menggunakan uang negara, akses komunikasi justru diduga tertutup?
Padahal, konfirmasi bukanlah bentuk tuduhan. Konfirmasi merupakan bagian penting dari kerja jurnalistik untuk memastikan informasi yang beredar tidak sepihak dan memberikan ruang kepada pihak yang diberitakan untuk menjelaskan kondisi sebenarnya.
ATAP DAN GENTENG JADI SOROTAN
Berdasarkan informasi yang dihimpun RadarInvestigasi.com, salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah pekerjaan atap SDN 2 Bendungan yang disebut menggunakan konstruksi kayu. Sementara itu, untuk bagian genteng, terdapat informasi bahwa pekerjaan diduga dilakukan dengan pola tambal sulam, bukan penggantian secara menyeluruh.
Kondisi tersebut tentu perlu diuji dengan dokumen perencanaan dan realisasi pekerjaan.
Apakah pekerjaan tersebut memang tercantum dalam RAB? Apakah spesifikasinya sesuai? Berapa nilai anggarannya? Dan apakah seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan program revitalisasi 2026?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka karena menyangkut penggunaan uang negara.
HALO KPK, BPK—APA TIDAK TERTARIK MENCERMATI?
Sorotan ini bukan berarti menyimpulkan telah terjadi penyimpangan. Namun, ketika terdapat dugaan ketidaksesuaian pekerjaan sekaligus muncul hambatan dalam memperoleh penjelasan dari pihak sekolah, tentu publik berhak mempertanyakan transparansi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Setidaknya, pemeriksaan administratif maupun teknis dapat menjadi jalan untuk memastikan apakah pelaksanaan revitalisasi SDN 2 Bendungan telah sesuai dengan dokumen perencanaan, spesifikasi pekerjaan, nilai anggaran, serta ketentuan yang berlaku.
Sebab, uang negara bukan uang pribadi. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran publik digunakan, terlebih ketika program tersebut menyangkut fasilitas pendidikan.
RADARINVESTIGASI.COM TETAP MEMBUKA RUANG JAWAB
RadarInvestigasi.com menegaskan bahwa pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan upaya memperoleh informasi yang berimbang.
Kepala SDN 2 Bendungan maupun pihak-pihak terkait tetap memiliki ruang untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi sebenarnya, termasuk menjelaskan apakah pekerjaan atap dan genteng tersebut telah sesuai dengan RAB serta mengapa nomor yang digunakan media dalam proses konfirmasi diduga mengalami pemblokiran.
Jika seluruh pekerjaan memang telah sesuai dengan perencanaan dan ketentuan, tentu penjelasan berbasis dokumen akan menjadi jawaban paling terang bagi publik.
Publik tidak membutuhkan polemik. Publik membutuhkan transparansi.
Kini pertanyaannya sederhana:
Apakah dugaan persoalan revitalisasi SDN 2 Bendungan akan segera dijelaskan secara terbuka, atau justru menunggu pemeriksaan dari pihak yang berwenang?
RadarInvestigasi.com akan terus mengawal informasi ini berdasarkan fakta, dokumen, dan keterangan para pihak.
RADAR INVESTIGASI.COM _JELAS FAKTA TANPA KOMPROMI.

