![]() |
| Warga desa Cibuntu saat sedang berbincang dengan tim media RadarInvestigasi.com |
KUNINGAN — RadarInvestigasi.com
Kondisi jalan di wilayah Desa Cibuntu, Kecamatan Ciganda mekar , Kabupaten Kuningan, dikeluhkan warga. Sepanjang kurang lebih dua kilometer, ruas jalan tersebut disebut mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Encu Suhadi, warga Desa Cibuntu, mengungkapkan kejenuhannya karena berulang kali menyampaikan keluhan, baik kepada pemerintah desa maupun UPTD PUTR/Korwil Cilimus. Namun, menurut pengakuannya, hingga kini belum ada tanggapan nyata yang dirasakan.
Kamis 22 Oktober 2026 Didampingi anggota Satlinmas, Agus, Enc u Suhadi berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi infrastruktur yang setiap hari digunakan masyarakat.
“Saya sudah bosan datang ke desa, bahkan ke UPTD PUTR/Korwil Cilimus. Tapi, menurut saya, belum ada tanggapan yang jelas. Kami hanya berharap jalan ini segera diperhatikan agar masyarakat yang melintas merasa aman,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan kritik keras terhadap pejabat yang dinilainya lebih sering menampilkan berbagai aktivitas di media sosial, sementara persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat di lapangan belum mendapatkan perhatian yang memadai.
“Jangan hanya koar-koar di media sosial untuk pencitraan. Sesekali turun langsung, lihat kondisi jalan di wilayah sendiri. Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata,” tegasnya.
Menurut Enc u Suhadi, persoalan yang dikeluhkan bukan hanya kerusakan badan jalan. Kondisi drainase yang dinilai belum memadai serta minimnya penerangan jalan turut menambah kekhawatiran warga, terutama ketika melintas pada malam hari.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana perhatian dan koordinasi pemerintah dalam menangani infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Di sisi lain, ia mengaku masih bingung mengenai status ruas jalan yang dikeluhkan. Ada informasi yang menyebut jalan tersebut berstatus jalan kabupaten, sementara informasi lainnya menyebut jalan provinsi.
Ketidakjelasan informasi ini membuat warga berharap instansi terkait segera memberikan penjelasan resmi, sekaligus memastikan pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam pemeliharaan maupun perbaikan jalan tersebut.
Jangan Sampai Keluhan Warga Terus Berulang
Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Jika tidak segera ditangani, kondisi jalan yang rusak, minimnya penerangan, dan persoalan drainase berpotensi meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.
Karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat apabila ruas tersebut menjadi kewenangannya, serta instansi teknis terkait segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan, status kepemilikan jalan, kondisi drainase, kebutuhan penerangan, serta langkah penanganan yang dapat dilakukan sesuai kewenangan dan ketersediaan anggaran.
Masyarakat tidak menuntut janji yang muluk-muluk. Yang diharapkan adalah kejelasan, respons, dan tindakan yang bisa dirasakan langsung.
Sebab, bagi warga Desa Cibuntu, jalan yang layak bukanlah fasilitas mewah, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan aktivitas sehari-hari.
Kini, yang ditunggu masyarakat bukan lagi sekadar pernyataan di media sosial, melainkan kehadiran nyata pemerintah untuk melihat, mendengar, dan mencari solusi atas kondisi jalan yang mereka keluhkan.
Catatan redaksi: Status ruas jalan, kondisi teknis, serta respons instansi terkait masih perlu dipastikan melalui konfirmasi resmi. RadarInvestigasi.com membuka ruang bagi pemerintah desa, UPTD PUTR/Korwil Cilimus, dan instansi berwenang untuk memberikan penjelasan demi keberimbangan informasi.
RadarInvestigasi.com — Jelas Fakta Tanpa Kompromi.


