
Caption: poto bersama di sela sela kegiatan pelatihan IGTKI
Kuningan RiN-
Ratusan guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengikuti pelatihan literasi dan numerasi anak usia dini. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan literasi dan numerasi anak usia dini, Sabtu (8/11/2025).
Pelatihan yang diselenggarakan oleh IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, bekerjasama dengan Bidang PAUD Disdikbud Kuningan ini, diikuti oleh ratusan guru TK dari berbagai sekolah di Kabupaten Kuningan. Mereka mendapatkan pelatihan tentang cara mengembangkan literasi dan numerasi anak usia dini melalui berbagai metode dan strategi yang tidak membosankan.
"Pelatihan ini sangat penting bagi kami sebagai guru TK, karena kami dapat meningkatkan kemampuan kami dalam mengembangkan literasi dan numerasi anak usia dini," kata salah satu peserta pelatihan.

Caption: poto kegiatan pelatihan IGTKI Kuningan 
Caption: Kabid PAUD dan Dikmas, Deden Rendra Nurrohim Rukmana
Pelatihan yang di gelar di aula SMKN 1 Kuningan ini juga ,dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Rusmiadi, Kabid PAUD dan Dikmas, Deden Rendra Nurrohim Rukmana, Kasi PAUD, Wawan Kurniawan, serta narasumber yang ahli di bidang literasi dan numerasi anak usia dini dari kota kembang Bandung,Iis Faridah,S.Si., M.Pd., yang sekaligus dia seorang Pengelola PAUD Bunda Ganesha dan Founder Edu Partner Indonesia.
Dihadapan sekitar 317 orang guru TK dari setiap lembaga , Iis Faridah, memberikan materi tentang cara mengembangkan literasi dan numerasi anak usia dini melalui berbagai metode dan strategi.
"Literasi dan numerasi adalah kemampuan dasar yang sangat penting bagi anak usia dini. Dengan mengembangkan literasi dan numerasi, anak-anak dapat memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi yang baik," katanya
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan Yuli Pramiati, yang juga Kepala TKN Pembina Ciawigebang sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Bidang PAUD dan organisasi mitra PAUD untuk meningkatkan kompetensi pendidik.
“Pelatihan ini kami laksanakan agar guru mampu merancang pembelajaran numerasi dan literasi yang bermakna serta sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kami juga berterima kasih kepada Disdikbud, terutama Bidang PAUD, yang telah memberikan ruang dan dukungan melalui anggaran BOP,” ungkap Yuli.
Yuli menambahkan, sebanyak 317 peserta hadir dalam kegiatan ini, meski semestinya tiap lembaga hanya mengirim satu perwakilan.
“Banyak lembaga yang antusias, karena pelatihan ini sangat penting untuk peningkatan mutu pendidik TK,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Yuli menegaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) tidak sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi membantu anak memahami konsep secara menyeluruh, bermakna, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
“Banyak guru masih keliru menerapkan literasi dan numerasi secara terlalu akademis, seperti metode di SD. Padahal anak usia dini belajar melalui bermain. Karena itu pelatihan ini mengajarkan cara yang tepat dan sesuai tahap perkembangan anak,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Disdikbud Kabupaten Kuningan, Rusmiadi, menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini harus dikelola dengan pendekatan menyenangkan agar anak-anak tumbuh kembang secara optimal.
“Pendidikan adalah peran bersama. Literasi bisa dikembangkan melalui berbagai metode, termasuk mendengarkan dan bermain. Anak-anak PAUD pada masanya harus belajar dengan gembira,” ujarnya.
Rusmiadi juga menyinggung program muatan lokal Gunung Ciremai, sebagai salah satu upaya mengenalkan literasi kontekstual kepada anak-anak.
“Dengan cara seperti ini, anak-anak belajar sambil bermain dan mengenal lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di lembaganya masing-masing.
“Saya titip pesan, pelatihan ini jangan hanya diikuti, tapi juga diterapkan di kelas agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi cerdas dan berkarakter,” ucapnya.
"Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan guru TK dalam mengembangkan literasi dan numerasi anak usia dini," pungkasnya
(Fulls)


