-->

Notification

×


 


 


 

‎‎Pengusaha Bengkel Mobil di Kuningan Mengeluh omset semakin Menurun

Rabu, 10 Desember 2025 | Desember 10, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-10T10:54:30Z

Sosok Yanto pengusaha bengkel mobil 

Kuningan RIN- 

Yanto, seorang pengusaha muda yang mengelola bengkel mobil di Jalan  Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan penurunan pendapatan yang dialaminya sejak akhir tahun 2022.

Saat ditemui awak media di tempat usahanya di lengkong, Yanto mengatakan bahwa bisnis bengkel yang dijalankannya semakin melemah terutama karena perubahan perilaku pelanggan.

 "Sekarang banyak pelanggan yang berbelanja sparepart atau perlengkapan mobil secara online. Bahkan saat mereka datang ke bengkel untuk pemasangan audio atau sparepart, mereka hanya membayar jasa pemasangan karena barang sudah dibeli dari luar," ujar Yanto.

Yanto berharap, meskipun tren pembelian online terus meningkat, usahanya tetap bisa berjalan dengan baik dan tidak terdampak secara signifikan. "Saya juga sedang memikirkan terobosan-terobosan baru agar bengkel ini bisa bertahan dan tidak sampai mengalami kebangkrutan," lanjutnya.

Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak pelaku usaha bengkel tradisional di era digital, yang mengharuskan mereka beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi pelanggan.

(Asber )

 Kuningan RIN- 

Yanto, seorang pengusaha muda yang mengelola bengkel mobil di Jalan  Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan penurunan pendapatan yang dialaminya sejak akhir tahun 2022.

Saat ditemui awak media,Rabu (10/12/2025) di tempat usahanya di lengkong, Yanto mengatakan bahwa bisnis bengkel yang dijalankannya semakin melemah terutama karena perubahan perilaku pelanggan.

 "Sekarang banyak pelanggan yang berbelanja sparepart atau perlengkapan mobil secara online. Bahkan saat mereka datang ke bengkel untuk pemasangan audio atau sparepart, mereka hanya membayar jasa pemasangan karena barang sudah dibeli dari luar," ujar Yanto.

Yanto berharap, meskipun tren pembelian online terus meningkat, usahanya tetap bisa berjalan dengan baik dan tidak terdampak secara signifikan. "Saya juga sedang memikirkan terobosan-terobosan baru agar bengkel ini bisa bertahan dan tidak sampai mengalami kebangkrutan," lanjutnya.

Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak pelaku usaha bengkel tradisional di era digital, yang mengharuskan mereka beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi pelanggan.

(Asber )

×
Berita Terbaru Update