
Caption, obyek wisata Waduk Darma yang ditumbuhi Eceng Gondok
Kuningan RIN-
Delapan kepala desa penyangga Waduk Darma, Kuningan, Jawa Barat, menuntut keadilan atas pengelolaan kawasan wisata yang kini dikelola oleh PT Jaswita, BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Mereka merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan tidak mendapatkan manfaat yang signifikan dari kegiatan pariwisata tersebut, padahal desa-desa penyangga telah memberikan kontribusi besar, seperti tanah bengkok, lahan pertanian yang terdampak, dan sumber mata air yang menjadi penopang utama Waduk Darma.
Narasumber mengatakan,Mereka juga yang 8 desa untuk saat ini kalau harus peduli terhadap Waduk Darma itu rasanya terlalu bodoh , sebab pihaknya merasa tidak pernah ada MOu dengan Jaswita maupun dengan pihak BBS , dan mereka juga belum merasakan atau menikmati apa yang dikatakan oleh pak gubernur tentang keadilan dalam pengelolaan Waduk Darma.
PT Jaswita, perusahaan yang mengelola kawasan tersebut, dianggap tidak kooperatif dalam menanggapi peringatan dari pemerintah daerah, yaitu tentang keadilan dalam pengelolaan Waduk Darma.
" Kami bukan sentimen terkait konfensasi atau bagi hasil, tapi kami ingin unsur ke adilan ,"kalau tidak tidak semua ," jangan hanya satu desa aja yang menikmati adanya Waduk Darma,dalam rapat pihak Jaswita mengatakan terbuka tapi , mau terbuka bagaimana lahan di kawasan wisata Waduk Darma udah penuh oleh orang Desa jagara semua ," tegasnya dengan nada suara yang berapi-api.
(Red)

