Notification

×


 


 


 

Sekolah Penerima Revitalisasi 2026 Diimbau Teliti Memilih Material, Utamakan Produk Bersertifikat SNI untuk Hindari Temuan BPK

Jumat, 24 Juli 2026 | Juli 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-24T01:00:45Z

Gambar edukasi hanya pelengkap brita saja 

Kuningan RIN-

Seluruh satuan pendidikan yang menerima Program Revitalisasi Tahun Anggaran 2026 diimbau untuk lebih cermat dan teliti dalam memilih material bangunan yang akan digunakan. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan kualitas hasil pembangunan sekaligus menghindari persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari.


Perhatian khusus perlu diberikan pada material utama seperti besi baja ringan, kusen aluminium, serta bahan konstruksi lainnya. Seluruh material yang digunakan sebaiknya telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memiliki sertifikat resmi sebagai bukti bahwa produk tersebut telah lolos standar mutu yang ditetapkan.


Penggunaan material yang tidak memenuhi spesifikasi teknis maupun standar nasional berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari menurunnya kualitas bangunan, tidak sesuainya hasil pekerjaan dengan kontrak, hingga menjadi temuan dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


Apabila dalam proses audit ditemukan adanya penyimpangan spesifikasi atau penggunaan material yang tidak sesuai ketentuan, bukan tidak mungkin akan muncul rekomendasi pengembalian kerugian negara melalui mekanisme Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Kondisi tersebut tentu harus dihindari oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program revitalisasi.


Karena itu, kepala sekolah, tim pelaksana pembangunan, konsultan pengawas, penyedia barang, hingga pihak terkait lainnya diharapkan bekerja secara profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan teknis maupun regulasi yang berlaku.


Program revitalisasi sekolah merupakan investasi pemerintah untuk meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan. Oleh sebab itu, setiap rupiah anggaran harus diwujudkan dalam bangunan yang berkualitas, aman, tahan lama, dan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara teknis maupun administrasi.


Dengan mengutamakan material yang telah bersertifikat SNI dan sesuai spesifikasi kontrak, diharapkan seluruh pelaksanaan revitalisasi sekolah tahun 2026 dapat berjalan lancar, menghasilkan bangunan yang berkualitas, serta terhindar dari temuan audit maupun persoalan hukum di masa mendatang.

(Red )

×
Berita Terbaru Update