![]() |
| Enchi Desi didampingi kuasa hukumnya saat menyampaikan klarifikasi terkait penundaan pemberangkatan puluhan jemaat umroh |
Kuningan RIN-
Pihak PT Al Zamzami akhirnya memberikan klarifikasi terkait penundaan keberangkatan puluhan jamaah umrah asal Kabupaten Kuningan. Dalam keterangannya, pihak travel mengakui adanya kelalaian dalam proses keberangkatan, namun menegaskan siap bertanggung jawab dan terus mengupayakan agar seluruh jamaah dapat diberangkatkan secepatnya.
![]() |
| Bukti pembelian tiket pesawat untuk puluhan jemaat umroh yang tertunda keberangkatannya |
Senin (3/8/2026) Desi selaku Perwakilan PT Al Zamzami didampingi Sarif Hidayat Sebagai Kuasa hukum nya mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para jamaah. Dalam pertemuan tersebut, muncul target keberangkatan pada 7 Agustus 2026, namun tanggal tersebut masih berupa upaya dan belum dapat dipastikan karena menyesuaikan ketersediaan penerbangan.
"Kami mengakui ada kelalaian, tetapi kami siap bertanggung jawab. Kami sedang mengupayakan agar jamaah bisa diberangkatkan secepat mungkin. Harapan kami bisa pada 7 Agustus, namun itu masih diupayakan dan belum bisa dipastikan," ujar perwakilan PT Al Zamzami.
Pihak travel juga membantah anggapan bahwa jamaah ditelantarkan di Bandara Soekarno-Hatta. Menurut mereka, setelah keberangkatan batal, seluruh jamaah telah difasilitasi penginapan di hotel selama satu malam serta diberikan konsumsi. Hanya sebagian jamaah yang memilih tetap bertahan di area bandara atas keinginan sendiri.
"Kalau disebut terlantar kurang tepat. Kami sudah menyiapkan hotel dan konsumsi. Ada beberapa jamaah yang memilih tetap berada di bandara karena menunggu kepastian keberangkatan," jelasnya.
Mengenai penyebab batalnya keberangkatan, PT Al Zamzami menjelaskan bahwa seluruh persyaratan administrasi, termasuk visa jamaah telah terbit dan pihak travel juga telah membeli tiket penerbangan. Namun, menurut mereka, terjadi kendala teknis di konter maskapai Saudia saat proses keberangkatan.
Pihak travel mengaku seluruh jamaah telah datang ke bandara dengan dokumen lengkap. Namun, karena adanya persoalan di konter keberangkatan, proses check-in tidak dapat dilanjutkan. Mereka menyebut telah berupaya melakukan negosiasi agar konter kembali dibuka, tetapi upaya tersebut tidak berhasil.
Akibat kejadian tersebut, tiket penerbangan yang sebelumnya telah dibeli akhirnya hangus, sehingga pihak travel harus kembali mengupayakan pembelian tiket baru untuk memberangkatkan para jamaah.
"Visa sudah ada, tiket juga sebelumnya sudah kami beli. Namun karena kejadian itu, tiket yang sudah dibeli menjadi hangus dan kami harus mengupayakan kembali tiket untuk keberangkatan berikutnya," terang perwakilan PT Al Zamzami.
Pihak travel menambahkan, berdasarkan informasi yang mereka peroleh, kendala tersebut dipicu oleh persoalan teknis di konter maskapai Saudia sehingga proses keberangkatan tidak dapat dilanjutkan meskipun seluruh dokumen jamaah telah dinyatakan lengkap.
Meski demikian, PT Al Zamzami menegaskan tidak akan lepas tangan. Travel berkomitmen tetap bertanggung jawab dan terus berupaya mencarikan jadwal penerbangan agar seluruh jamaah yang tertunda dapat segera diberangkatkan ke Tanah Suci.
Klarifikasi ini merupakan penjelasan resmi dari pihak PT Al Zamzami atas polemik penundaan keberangkatan jamaah umrah asal Kabupaten Kuningan yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Dengan adanya penjelasan tersebut, diharapkan masyarakat memperoleh informasi secara utuh dari kedua belah pihak sembari menunggu realisasi upaya pemberangkatan jamaah yang masih terus dilakukan oleh pihak travel.
(Tim Red )



