Notification

×


 


 


 

Gelombang 11 Feet Mengamuk di Pesisir Tasikmalaya, Ratusan Perahu Nelayan Terombang-ambing

Rabu, 12 Agustus 2026 | Agustus 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-12T11:16:29Z

Caption,kondisi ombak saat kejadian 

TASIKMALAYA RIN
– 

Gelombang tinggi disertai angin kencang kembali menerjang kawasan pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya, Senin (10/8/2026). Kondisi laut yang mendadak berubah ekstrem membuat warga dan nelayan di sekitar Pantai Cipatujah panik.

Gelombang dilaporkan mencapai sekitar 11 feet, dengan kecepatan angin sekitar 14 knot. Besarnya ombak bahkan membuat ratusan perahu nelayan yang berada di area penyimpanan terombang-ambing hingga saling bertabrakan.

Situasi semakin menegangkan ketika suara sirine dari menara mercusuar terdengar di tengah deburan ombak yang menghantam kawasan bibir pantai.

“Biasanya gelombangnya tidak sebesar ini,” ujar Parta, salah seorang warga sekaligus nelayan setempat.

Ia mengaku terkejut melihat gulungan ombak datang bertubi-tubi. Kondisi tersebut membuat dirinya memilih tidak mendekati kawasan pantai.

“Ini benar-benar besar sekali, saya sampai tidak berani mendekat,” katanya.

Merespons kondisi tersebut, jajaran Polsek Cipatujah Polres Tasikmalaya bersama personel Polair langsung meningkatkan patroli dan pengamanan di sepanjang garis pantai. Warga diminta tidak mendekati kawasan berbahaya demi menghindari risiko kecelakaan.

Kapolsek Cipatujah AKP Supian menegaskan masyarakat, khususnya nelayan, harus meningkatkan kewaspadaan karena kondisi laut dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kami minta kepada warga sekitar pantai agar tidak beraktivitas dalam radius 50 meter dari bibir pantai, apalagi sampai melaut. Kondisi gelombang saat ini sangat tinggi dan berisiko terhadap keselamatan,” tegas Supian, Selasa (11/8/2026).

Patroli juga dilakukan anggota piket Polsek Cipatujah, Bripka Irwans Fanny Perdana dan Bripka Yosep Supratman, dengan menyambangi sejumlah lokasi, di antaranya Dermaga Pamoekan dan Dermaga Pamayangsari.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat cuaca ekstrem.

Patroli dan pengamanan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., melalui jajaran Polsek Cipatujah, untuk meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat, terutama di kawasan yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

“Kami terus melakukan pemantauan untuk meminimalisir risiko kecelakaan di laut sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Hingga Selasa sore, petugas menyatakan belum menemukan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat gelombang tinggi tersebut.

“Kerusakan tidak ada, tetapi kami bersama anggota masih terus melakukan pemantauan dan pengamanan,” pungkasnya.

Pantai Sindangkerta Ikut Terdampak

Sementara itu, kondisi serupa juga menjadi perhatian di kawasan wisata Pantai Sindangkerta. Air laut dilaporkan sempat naik hingga sekitar 200 meter dari titik aman yang biasanya digunakan wisatawan untuk beraktivitas.

Situasi tersebut membuat pengelola wisata meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas pengunjung di sekitar pantai.

Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi menjadi peringatan bagi masyarakat pesisir Tasikmalaya untuk tidak mengabaikan kondisi laut. Aparat mengimbau warga, wisatawan maupun nelayan untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan menghindari aktivitas di kawasan pantai ketika kondisi mulai membahayakan.

Sumber: Melansir media online InilahTasik.com, dengan pengolahan redaksi.

×
Berita Terbaru Update