Notification

×


 


 


 

GENTENG SDN 2 BENDUNGAN JADI SOROTAN! FASILITATOR SEBUT TAMBAH-SULAM, MEDIA DAPAT INFORMASI GENTENG BEKAS DICAT LALU DIPASANG

Jumat, 25 September 2026 | September 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-25T09:49:14Z

Gambar karikatur hanya pelengkap berita saja 

KUNINGAN Radar Investigasi.com
—

 Pelaksanaan program revitalisasi di SDN 2 Bendungan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, kembali menjadi sorotan.


Informasi yang diterima Radar Investigasi.com menyebutkan adanya dugaan penggunaan genteng bekas dalam pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut. Bahkan, informasi yang masuk ke media ini menyebut genteng tersebut diduga diperoleh dari wilayah Langseb, kemudian dicat kembali sebelum dipasang pada bagian atap sekolah.


Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak sekolah dan pelaksana kegiatan.


Menariknya, ketika informasi tersebut dikonfirmasikan kepada Andi Subagja, yang disebut sebagai fasilitator/konsultan kegiatan, muncul penjelasan mengenai kondisi atap SDN 2 Bendungan.


Dalam percakapan yang diterima media ini, Andi menyampaikan bahwa atap sekolah menggunakan konstruksi kayu dan gentengnya dilakukan dengan pola tambal-sulam, bukan seluruh genteng diganti.

“SDN 2 Bendungan atapna pake kayu jadi gentengna pake plentong tambal sulam teu d ganti semua,” demikian keterangan Andi dalam percakapan tersebut.

 

Ketika berbicara mengenai porsi anggaran untuk genteng, Andi juga menyampaikan bahwa alokasi yang dianggarkan sekitar 15 persen, bahkan menurutnya dalam kondisi tertentu bisa hanya sekitar 5 persen.

“Iya da paling dianggarkn 15%,”
dan kemudian, “Maksimal etateh kadang nga 5%.”

 

Lalu, Bagaimana dengan Informasi Genteng Bekas?

Di sinilah persoalan menjadi penting untuk mendapatkan penjelasan secara terbuka.


Informasi yang diterima Radar Investigasi.com menyebutkan bahwa terdapat genteng bekas yang diduga dibeli dari Langseb, kemudian dicat dan digunakan kembali dalam pekerjaan revitalisasi.


Apakah benar demikian?

Jika memang genteng yang digunakan merupakan material lama karena konsep pekerjaannya tambal-sulam, tentu publik perlu mendapatkan penjelasan mengenai standar penggunaan material tersebut, termasuk apakah material lama memang diperbolehkan, bagaimana spesifikasinya, serta bagaimana pencatatannya dalam perencanaan dan realisasi pekerjaan.


Sebaliknya, apabila informasi mengenai pembelian genteng bekas tersebut tidak benar, pihak sekolah maupun pelaksana kegiatan tentu memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan dan data pembanding.


Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, Radar Investigasi.com juga berupaya meminta keterangan langsung kepada Kepala SDN 2 Bendungan.


Namun, berdasarkan pengalaman wartawan media ini, nomor yang digunakan untuk melakukan komunikasi diduga telah diblokir, sehingga konfirmasi langsung belum dapat diperoleh.


Media ini menegaskan bahwa upaya konfirmasi dilakukan bukan untuk menyudutkan pihak sekolah, melainkan untuk memastikan informasi yang beredar tidak menjadi asumsi sepihak.


Terlebih program revitalisasi sekolah berkaitan dengan penggunaan anggaran dan fasilitas pendidikan yang menjadi kepentingan masyarakat.


Radar Investigasi.com masih membuka ruang hak jawab dan penjelasan dari Kepala SDN 2 Bendungan, panitia P2SP, fasilitator maupun pihak terkait lainnya.


Jika penggunaan genteng bekas memang dilakukan karena alasan teknis dan sesuai ketentuan, publik tentu berhak mengetahui dasar serta penjelasannya.


Sebaliknya, jika terdapat informasi yang tidak sesuai fakta, ruang klarifikasi dan koreksi tetap terbuka.


Radar Investigasi.com — Jelas Fakta Tanpa Kompromi.

×
Berita Terbaru Update