Notification

×


 


 


 

Kapolri Tegaskan Keamanan Jadi Kunci Investasi: Pungli dan Premanisme Jangan Dibiarkan Ganggu Dunia Usaha

Jumat, 11 September 2026 | September 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T11:18:32Z


BEKASI
 Radar investigasi.com–

 Stabilitas keamanan bukan sekadar pelengkap dalam membangun iklim investasi, melainkan menjadi salah satu fondasi utama agar dunia usaha dapat tumbuh, lapangan kerja tetap terjaga, dan investasi terus masuk ke Indonesia


Penegasan tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).


Kegiatan bertajuk “Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” tersebut dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan.


Dalam kesempatan itu, Kapolri menekankan bahwa stabilitas keamanan dan situasi kamtibmas yang kondusif merupakan syarat penting bagi keberlangsungan investasi dan aktivitas perusahaan.

“Satu hal yang harus kita jaga adalah bagaimana iklim investasi tetap kondusif. Stabilitas kamtibmas dan keamanan menjadi syarat utama,” tegas Sigit.

 

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan investasi. Selain kekayaan sumber daya alam, Indonesia juga memiliki pasar domestik yang luas. Namun, potensi tersebut perlu dibarengi dengan iklim usaha yang sehat, keamanan yang terjaga, serta kepastian hukum.


Pungli dan Premanisme Jadi Sorotan

Kapolri secara khusus meminta pelaku usaha maupun perusahaan tidak ragu melaporkan apabila masih menemukan praktik pungutan liar, premanisme, ataupun bentuk kejahatan lainnya yang berpotensi mengganggu aktivitas perusahaan.


Ia menegaskan, laporan tersebut harus segera ditindaklanjuti jajaran kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” ujar Kapolri.

 

Pesan tersebut menjadi penting di tengah dorongan pemerintah terhadap hilirisasi di berbagai sektor strategis, mulai dari mineral, energi, pangan hingga manufaktur.


Hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperluas investasi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.


Keamanan dan Kesejahteraan Buruh Harus Berjalan Seimbang

Di sisi lain, Kapolri menilai keamanan saja tidak cukup untuk menjamin keberlangsungan dunia usaha. Hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dan pekerja juga menjadi bagian penting yang harus dibangun.


Setiap persoalan antara pekerja dan perusahaan, menurutnya, perlu diselesaikan melalui komunikasi, dialog dan musyawarah.

Perusahaan juga didorong untuk tidak melihat buruh semata-mata sebagai faktor produksi, melainkan sebagai aset, mitra dan bagian penting dari keberlangsungan perusahaan.


Dengan demikian, terdapat tiga kepentingan yang harus berjalan beriringan, yakni kesejahteraan pekerja, keberlangsungan dunia usaha dan stabilitas keamanan.


Kapolri mengajak seluruh pihak membangun hubungan industrial yang mengedepankan persatuan, kemitraan, saling menghormati dan semangat gotong royong.

“Dengan semangat persatuan, kemitraan, saling menghormati, dan gotong royong, mari kita wujudkan dunia usaha yang maju, pekerja yang semakin sejahtera, dan stabilitas kamtibmas yang terjaga,” pungkasnya.

 

Pernyataan Kapolri tersebut sekaligus menegaskan bahwa menciptakan iklim investasi yang sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Dunia usaha dan pekerja juga memiliki peran penting dalam menjaga hubungan industrial yang kondusif, sehingga investasi dapat berkembang tanpa mengabaikan kepentingan dan kesejahteraan tenaga kerja.


Radar Investigasi — Jelas Fakta Tanpa Kompromi.

×
Berita Terbaru Update