
Hj. Taryuni, S.Pd, M.M
KUNINGAN Radar Investigasi.com —
Berawal dari kecintaan terhadap dunia literasi sejak duduk di bangku SMP, Hj. Taryuni, S.Pd, M.M warga asli kelahiran Desa Margamukti Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan, terus konsisten melahirkan karya tulis hingga mendirikan lembaga pendidikan nonformal (PKBM) untuk membantu anak-anak putus sekolah.
Kiprah dan dedikasinya di dunia pendidikan serta literasi tidak hanya membuahkan berbagai penghargaan tingkat nasional, tetapi juga menjadi sarana pengabdian masyarakat di tanah kelahirannya.
Konsisten Karya dan Penghargaan Literasi
Perjalanan publikasi karyanya dimulai secara resmi pada tahun 2019 saat merilis buku perdana. Mengusung nama panggung/pena lembaga yang dibinanga yakni "Surya Gemilang", ia aktif menerbitkan karya secara konsisten.
"Menulis itu sebenarnya hobby sejak duduk di bangkuSMP, cuma dulu tidak dipublikasikan. Baru setelah didorong dan dimotivasi oleh rekan, karya-karya saya mulai dibukukan," ungkap Hj. Taryuni, S.Pd, M.M Pada media ini Sabtu (3/10/2026) di tempat kediamannya
Setiap tahun, ia rutin menerbitkan setidaknya satu buku, mulai dari karya antologi hingga buku tunggal, catatan harian perjalanan hidupnya, termasuk catatan perjalanan ibadah haji. Atas konsistensinya tersebut, Hj. Taryuni, S.Pd, M.M rutin meraih penghargaan Anugerah Parasamya Susastra Nygraha dari Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat( KPPJB). Buku-buku karyanya telah terdaftar ber-ISBN dan diakui secara nasional.
Bagi Hj. Taryuni, S.Pd, M.M menulis bukan sekadar untuk komersialisasi, melainkan ajang berbagi ilmu dan menyalurkan hobby.
Buku-bukunya banyak dibagikan secara gratis ke Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Daerah, hingga rekan-rekan sejawat.
Misi Sosial: Mendirikan PKBM untuk Anak Putus Sekolah
Selain aktif menulis, Hj. Taryuni, S.Pd, M.M yang berlatar belakang sebagai guru SMP dan mantan Penilik di Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ini juga tergerak mendirikan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) pada tahun 2020.
Langkah ini didasari oleh kepedulian sosialnya saat melihat anak-anak di lingkungannya yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena kendala biaya maupun alasan keluarga.
"Ada tiga hal yang mendasari saya: melihat anak yang ingin sekolah tapi tidak punya uang, anak yang ikut orang tuanya urbanisasi, dan anak yang tidak mampu tapi punya semangat belajar tinggi. Saya merasa berhutang jasa kepada orang tua saya untuk menjadi seorang pendidik dan membantu sesama," terangnya.
PKBM yang didirikannya kini telah bekerja sama (MoU) dengan sekolah formal seperti SMPN 2 Cimahi dan lingkungan sekitar, untuk menampung siswa yang terancam putus sekolah agar bisa menuntaskan pendidikan hingga 100%. Tak hanya memfasilitasi pendidikan kesetaraan, PKBM tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti sarana kesenian TBM (Taman Bacaan Masyarakat) hingga alat musik Degung dan angklung.
Di balik pencapaian dan kegiatannya yang padat, Hj. Taryuni, S.Pd, M.Mmengaku bersyukur memiliki support system yang luar biasa dari sang suami dan keluarga. Suaminya senantiasa mendampingi dan mendukung penuh setiap kegiatan literasi maupun pengabdian masyarakat yang ia jalankan.
Ke depannya, Hj. Taryuni, S.Pd, M.M berharap karya-karya tulisnya tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga bisa menembus pasar internasional (go international), serta terus memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan dan literasi di masyarakat.
RadarInvestigasi.com — Jelas Fakta Tanpa Kompromi.

