Notification

×


 


 


 

Siswa Belajar di Lorong dan Perpustakaan, Guru Soroti Keterbatasan Ruang Kelas

Rabu, 12 Agustus 2026 | Agustus 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-12T08:14:18Z


Kuningan RIN-

Kondisi keterbatasan ruang belajar di salah satu sekolah di Kabupaten Kuningan tepatnya SDN 3 Lengkong menjadi perhatian. Sejumlah siswa, khususnya kelas 4 dan kelas 5, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di lorong kelas maupun memanfaatkan ruang perpustakaan.



Indra, guru olahraga di sekolah tersebut, mengaku prihatin melihat kondisi itu. Menurutnya, keterbatasan ruang kelas membuat proses pembelajaran siswa menjadi kurang nyaman, terlebih ketika memasuki musim penghujan.


“Kalau musim hujan tentu lebih memprihatinkan. Anak-anak membutuhkan tempat belajar yang layak dan nyaman,” ujar Indra.


Ia menjelaskan, jumlah ruang kelas yang tersedia saat ini dinilai belum sebanding dengan kebutuhan siswa. Akibatnya, beberapa kegiatan belajar harus memanfaatkan ruangan lain yang semestinya memiliki fungsi berbeda.


Indra berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Menurutnya, alasan keterbatasan lahan semestinya tidak menjadi hambatan mutlak apabila kebutuhan ruang belajar memang mendesak.


“Kalau memang alasannya tidak ada lahan, mungkin bisa dipertimbangkan pembangunan bertingkat, misalnya dua lantai, sehingga kebutuhan ruang kelas tetap bisa dipenuhi tanpa harus membutuhkan lahan yang luas,” katanya.


Sementara itu, narasumber lain yang merupakan kepala sekolah dari sekolah berbeda mengatakan bahwa persoalan kebutuhan ruang kelas di sekolah tersebut sebenarnya sudah beberapa kali diajukan melalui usulan pembangunan.


Namun, menurutnya, pengajuan tersebut disebut belum membuahkan hasil dan berulang kali mengalami kegagalan.


Upaya Konfirmasi Kepala Sekolah


Media ini juga sudah beberapa kali berupaya melakukan konfirmasi dan wawancara secara langsung kepada kepala sekolah yang bersangkutan, Anto, yang diketahui juga menjabat sebagai K3S Kecamatan Garawangi.


Namun hingga berita ini disusun, upaya untuk mendapatkan keterangan langsung dari Anto belum berhasil.


Konfirmasi tersebut penting dilakukan agar pemberitaan berimbang dan pihak sekolah memiliki kesempatan untuk menjelaskan kondisi sebenarnya, termasuk mengenai keterbatasan ruang kelas, penggunaan lorong dan perpustakaan sebagai tempat belajar, serta informasi terkait pengajuan pembangunan ruang kelas yang disebut sudah beberapa kali dilakukan.


Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak sekolah maupun instansi terkait.


Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait. Sebab, kebutuhan ruang belajar yang layak bukan hanya menyangkut fasilitas, tetapi juga kenyamanan dan kualitas proses pendidikan para siswa.


Media ini akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut dan mendorong adanya solusi konkret bagi pemenuhan sarana pendidikan. 

(Tim Red)

×
Berita Terbaru Update