Notification

×


 


 


 

Progres 36,22 Persen, Revitalisasi SMPN 1 Kalimanggis Kejar Kualitas: Harga Kayu Melambung, Sekolah Tetap Pilih Material Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-09T04:12:10Z


KUNINGAN, RadarInvestigasi.com –


Pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMPN 1 Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Rabu (9/9/2026), progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 36,22 persen.



Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai bantuan sebesar Rp1,810 miliar, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 8 Agustus hingga 5 Desember 2026. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui P2SP.


Di tengah proses pembangunan, tantangan terkait harga material menjadi salah satu perhatian. Salah satu tim P2SP, Sutrisno, menjelaskan bahwa saat ini harga kayu mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan harga yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Sekarang harga kayu mengalami kenaikan, cukup jauh dari harga RAB dan prediksi awal. Di RAB menggunakan kayu meranti merah,” ujar Sutrisno, Rabu (9/9/2026).


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pertimbangan tersendiri bagi pihak sekolah. Alih-alih mengambil risiko dengan menggunakan material yang tidak sesuai standar kualitas yang diharapkan, pihak sekolah memilih material yang dinilai lebih baik dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

“Sekolah takut nantinya menjadi masalah. Akhirnya mengambil kayu kelas dua, tetapi kualitasnya yang terbaik. Namun tetap kita mengacu pada aturan,” jelasnya.


Kualitas Jadi Perhatian Utama

Sikap tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan revitalisasi tidak semata-mata mengejar kecepatan penyelesaian pekerjaan. Kualitas dan kebermanfaatan bangunan menjadi perhatian penting agar bantuan pemerintah benar-benar dapat dirasakan secara maksimal oleh warga sekolah.


Dalam pelaksanaannya, penggunaan material lama juga tetap mengikuti ketentuan. Sutrisno menyebut penggunaan material lama tidak boleh lebih dari 50 persen, sehingga proses pekerjaan tetap harus memperhatikan komposisi material baru dan material yang dapat dimanfaatkan kembali.


Dari sisi tenaga kerja, kegiatan revitalisasi tersebut melibatkan sekitar 30 orang pekerja, yang bekerja bersama dengan tim P2SP dalam proses pelaksanaan di lapangan.


Dengan progres yang telah mencapai 36,22 persen, pekerjaan revitalisasi SMPN 1 Kalimanggis kini terus dikebut. Namun, percepatan pekerjaan tetap diharapkan tidak mengorbankan standar kualitas konstruksi.


Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Investasi untuk Pendidikan

Program revitalisasi ini pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik sekolah. Lebih jauh, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih layak, aman, nyaman, dan mampu menunjang proses belajar mengajar.


Karena itu, pilihan pihak sekolah untuk tetap memperhatikan kualitas material di tengah dinamika harga menjadi bagian penting dalam memastikan anggaran negara memberikan manfaat optimal.


Dengan pelaksanaan yang terus berjalan dan pengawasan bersama antara pihak sekolah, P2SP serta unsur terkait, revitalisasi SMPN 1 Kalimanggis diharapkan dapat diselesaikan sesuai target waktu sekaligus menghasilkan bangunan dengan kualitas yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Targetnya jelas: bukan hanya selesai dibangun, tetapi benar-benar berkualitas dan memberi manfaat maksimal bagi generasi penerus di SMPN 1 Kalimanggis.

(Adv/RadarInvestigasi.com)

×
Berita Terbaru Update